Pilihan adalah sebuah jalan atau upaya untuk menghadirkan sesuatu entah itu harapan, tujuan, dll. kita sebut saja pilihan ini adalah jalan, analoginya : "ada 2 rumah yang belum pernah kita masuki, lantas kita disuruh memilih salah satu diantaranya, dia memberikan sebuah gambaran, bahwa rumah pertama itu, adalah rumah kayu yang mempunyai besar lebih di banding rumah yang satunya dan mempunyai fasilitas yang lengkap, sedangkan yang satunya adalah rumah batu yang ukurannya lebih kecil tapi modelnya yang menawan dan juga mempunyai fasilitas yang sama lengkapnya. tentunya disini kita dilema dalam memilih karena kita belum pernah memasuki kedua rumah tersebut, kita hanya bisa menebak dan tahu dari bagian luar rumah itu, dan berpikir" jikalau saya memilih rumah yang batu, saya khawatir rumah itu akan terkena banjir jika musim hujan datang, dan juga gempa bumi yang kerap terjadi. sedangkan jika saya membeli rumah yang kayu, modelnya tidak sesuai dengan perkembangan masa kini dan juga tidak seelegan dengan apa yang saya harapkan", jadi inilah masing-masing keluhan atau semacam konsekwensi yang muncul jika dia memilih salah satu dari kedua pilihan itu. Tagarin #Karir #LowonganKerja #Pekerjaan #Lowongan #Loker #Kerja #LowonganKerjaTerbaru #Wanita #lowongan-kerja-2015 #Karier #Motivasi #Tips #Inspirasi #Semangat #April #Kecantikan #Gaji #BUMN #Sukses #Bekerja #Pria

A photo posted by Toko ARBIB alat kesehatan (@tokoarb) on

Senin, 23 September 2013

alat etrapi lisatrik

INFO TENS DAN EMS HUB 081380783912 Terapi Listrik adalah jenis Pengobatan Arternatif yang mengunakan Media Listrik melalui sentuhan jari penterapis. Bermanfaat untuk melenturkan urat syaraf, melancarkan peredaran darah, melunturkan lemak dalam darah (kolestrol), meningkatkan vitalitas tubuh, membakar kadar gula, dll. Inti terapi listrik adalah melancarkan peredaran darah, mengaktifkan ion-ion dalam tubuh, dan memperbaiki kulitas darah. Satu kali sesi pengobatan hanya berlangsung 30 menit. Selama itu pentrapis akan mengalirkan listrik di sekujur tubuh pasien, melalui simpul-simpul syaraf di tangan, kaki, kepala, punggung, atau leher. Uji ilmiah : Terapi listrik ini sempat diuji coba secara ilmiah di Universitas Gajah Mada. Hasil penelitian menunjukkan listrik mengandung ion, medan magnet, dan laser yang bermanfaat bagi tubuh. Medan magnet berperan dalam mendeteksi, merelaksasi, dan melenturkan pembuluh darah. Insya Alloh dapat mengobati berbagai penyakit, antara lain : Asam Urat Darah Tinngi Kolesterol Keseleo Diabetes Stroke Dini Lemah Syhawat Ambeyen Rematik Vertigo Dan Lain-Lain. Manfaat untuk kecantikan, antara lain : Melancarkan darah sekitar wajah Mengencangkan kulit wajah Meregenerasi sel kulit wajah Memancarkan aura wajah Dan lain-lain. Bagi sebagian orang mungkin belum mampu memiliki alat terapi listrik yang berteknologi canggih, tapi jangan salah, terapi yang satu ini jauh lebih sederhana dengan khasiat yang sama bila dibandingkan dengan terapi listrik yang menggunakan alat berteknologi. Pasien pun cukup dengan duduk santai dan menikmati aliran listrik yang mengalir pada tubuhnya. Untuk sekali berkunjung, terapi hanya memakan waktu maksimal tiga puluh menit. Terapi ini murni aman untuk digunakan oleh manusia. Terapi ini menggunakan kabel yang ditancapkan langsung ke listrik PLN 220 volt dan disalurkan ke sebuah konduktor. Terapis akan menyentuh konduktor itu. Dengan kemampuan individunya, terapis menyalurkan energi listrik yang aman dan dapat diterima oleh tubuh manusia. Jangan takut apabila energi listrik yang disalurkan terlalu menyengat, karena terapis dengan mudahnya dapat meregulasi atau menaik-turunkan kadar listrik yang mengalir ke pasien. Cara kerja terapi ini bagi tubuh manusia adalah dengan menyeimbangkan ion-ion yang ada di tubuh manusia. Energi yang dihasilkan oleh tubuh kita akan menjadi seimbang bila terdiri dari 80% ion-ion negatif dan 20% ion-ion positif. Gaya hidup yang tidak sehat dan tingkat stress yang tinggi mempermudah datangnya ion-ion positif dalam tubuh kita. Ion-ion positif ini bila tidak dikurangi jumlahnya tentunya akan merusak keseimbangan dan berujung pada menurunnya kondisi kesehatan kita. Tubuh kita akan lebih cepat memproduksi ion negatif bila diberi stimulus. Jadi, cara kerja terapi listrik adalah mempengaruhi tubuh kita supaya dapat lebih cepat memproduksi ion-ion negatif yang dapat melawan pengaruh buruk dari ion positif. Ion negatif yang cukup akan mengaktifkan sel tubuh, meningkatkan metabolisme, mengaktifkan kerja enzim-enzim pada tubuh dan juga bermanfaat dalam proses detoksifikasi zat-zat tidak berguna dalam tubuh. Terapi ini terbukti sangat bermanfaat bagi manusia. Tidak hanya untuk mempertahankan kesehatan, tapi juga mengobati penyakit yang diderita. Dengan dibantu pijatan-pijatan kecil yang dilakukan penterapis, terapi ini dapat melancarkan peredaran darah di tubuh pasien. Banyak penyakit yang berhasil diobati dengan terapi ini terutama penyakit-penyakit yang berhubungan dengan urat syaraf seperti vertigo, migrain, dan stroke. Selain itu, kesemutan, asma dan rematik juga dapat disembuhkan. Penderita insomnia pun bisa bernafas lega karena dapat terapi ini juga dapat membantu memperbaiki lamanya waktu tidur. Kelelahan dan stress juga dapat dikurangi sehingga menimbulkan rasa rileks yang sekaligus melepaskan hormon endorfin yang berguna untuk menghasilkan perasaan senang, santai, dan nyaman. Tak disangka bila kelistrikan memegang peranan penting di dunia kedokteran. Dalam bidang kedokteran, kelistrikan memiliki dua aspek yaitu listrik dan magnet yang timbul di dalam tubuh manusia dan bagaimana penggunaannya pada permukaan tubuh manusia. Biolistrik berkembang sejak tahun 1780. Waktu itu, kelistrikan pada tubuh hewan dipelajari oleh Luigi Galvani dan pada tahun 1786 dia memberikan kesimpulan atas hasil eksperimennya terhadap seekor katak. Kedua kaki katak terangkat ketika diberi aliran listrik melalui sebuah konduktor. Pengetahuan mengenai gelombang arus listrik ini ternyata penting karena sangat berkaitan erat dengan penggunaan arus listrik untuk merangsang syaraf motorik dan syaraf sensorik. BERITA TENTANG TERAPI LISTRIK TERAPI listrik dapat meningkatkan vitalitas tubuh dan membantu menyembuhkan penyakit seperti darah tinggi, diabetes, rematik, asam urat, kegemukan, dan kolesterol tinggi. "Lewat jari-jari tangan seorang penghusada terapi listrik, arus listrik yang kedengarannya menyeramkan dapat diubah sebagai energi penyembuh," kata seorang suhu terapi listrik Kusmanadji alias Cak Jie Koes di Bogor, Selasa (4/11). Menurut Jie Koes, terapi listrik serupa dengan akupuntur. Kalau akupuntur memakai jarum, sedangkan terapi listrik dengan sentuhan jari yang mengeluarkan listrik. Secara prinsip, terapi listrik merupakan pemindahan energi listrik ke dalam badan penderita dan dikeluarkan melalui jari-jari untuk menyentuh simpul-simpol saraf dan mendorong aliran darah yang terhambat hingga lancar. Sekali pengobatan terapi listrik biasanya memakan waktu sekitar 30 menit, katanya. "Untuk terapi ini sekujur tubuh seorang pasien dipijat dengan tangan yang dialiri listrik. Dengan begitu, darah beku akibat makanan atau aktivitas yang dapat menyumbat peredaran darah ke jantung menjadi encer sehingga alirannya ke jantung kembali lebih lancar," kata Jie Koes. Selain memijat dengan jari yang teraliri arus listrik, penghusada memiliki teknik pengobatan teknik listrik lainnya yakni kaki penghusada menginjak besi yang dialiri listrik. "Pasien tak merasa sakit sebab sengatan listrik dan tubuh pasien tidak bergetar. Aliran listrik di stel sekecil mungkin agar pasien hanya merasa kesemutan di daerah bidikan alat. Arah pijatan harus menuju ke jantung," katanya. Jie Koes juga menguasai teknik penyembuhan dengan memadukan aliran listrik dan tenaga dalam. "Tenaga dalam mempercepat penyembuhan suatu penyakit. Segala penyakit dapat ditolong asal bukan patah tulang," katanya. Heboh Terapi Rel Listrik Rawabuaya Pengobatan alternatif tak jarang menawarkan cara penyembuhan yang membuat mata terbelalak. VIVAnews - Pengobatan alternatif tak jarang menawarkan metode penyembuhan yang membuat mata terbelalak. Mulai pengobatan dengan lintah, terapi bara api, pijat ular, hingga metode penyembutan yang mungkin hanya terjadi di Indonesia: terapi listrik di atas bantalan rel kereta. Hampir setiap pagi dan sore, hingga Jumat 5 Agustus 2011, sejumlah warga berbaring di atas bantalan rel kereta listrik, tak jauh dari stasiun di kawasan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. Dengan sensasi tubuh seperti tersengat listrik tegangan rendah, mereka percaya terapi semacam itu dapat meningkatkan vitalitas tubuh dan menyembuhkan berbagai penyakit seperti darah tinggi, stroke, diabetes, rematik, asam urat, obesitas dan kolesterol tinggi. Sri Mulyati, pasien diabetes berusia 50 tahun, melirik terapi ini lantaran menyerah dengan pengobatan medis yang mahal. Ia yakin terapi ini manjur setelah mendengar seorang pria lumpuh yang sembuh setelah rutin berbaring di rel yang menyengatkan listrik bertegangan rendah itu. "Saya akan terus melakukannya sampai benar-benar sembuh," katanya. Sri Mulyati dan sejumlah warga mengaku merasakan kondisinya lebih baik setelah rutin melakukan terapi itu. Tak harus mengeluarkan biaya mahal, mereka cukup membawa kain basah untuk meningkatkan tegangan listrik. Kisah terapi di atas rel yang masih aktif itu sontak menjadi perbincangan dunia. Sejumlah media asing seperti Associated Press, BBC, Teleg Dalam riset internasional yang dilakukan Joanne Glinsky dan Lisa Harvey tahun 2007 terpapar kesimpulan bahwa stimulasi listrik dapat meningkatkan kekuatan otot melemah pada pasien stroke. Ini menjadi salah satu metode untuk membantu pasien yang mengalami kelemahan otot, sekaligus meningkatkan sirkulasi darah untuk mengatasi nyeri. Hasil riset itu diperkuat dengan penelitian Shauna Dudley-Javoroski tahun 2008, yang diterbitkan di Journal of Rehabilitation Research and Development. Penelitian menyimpulkan bahwa stimulasi listrik dengan dosis tegangan tertentu dapat membantu mengatasi kelumpuhan otot dan tulang. Di dunia medis, stimulasi listrik telah lama dikembangkan untuk stimulasi otot dan saraf. Stimulasi dilakukan dengan berbagai alat yang telah teruji seperti electrical muscle stimulation (EMS), atau transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS). Kedua alat ini bekerja dengan memberi rangsangan arus listrik dengan amplitudo tertentu sesuai rekomendasi kesehatan. Ada juga electro convulsive treatment (ECT), alat terapi kejut dengan aliran listrik yang biasa digunakan untuk membantu pasien dengan gangguan kejiwaan akut. Penggunaan alat ini diyakini dapat mengurangi hormon stres di darah yang memicu serangan jantung. Sudah lebih setahun warga di kawasan itu asyik melakukan terapi tersebut. Tidak jelas siapa yang memulai. Jika Sri Mulyati mendengar kisah tentang pria lumpuh yang sembuh, sejumlah warga mendengar seorang pria stroke yang hendak bunuh diri sembuh dari penyakitnya berbaring di rel menunggu kereta yang tak kunjung lewat. Sejumlah warga masih nekat menjalani terapi itu. Mereka tak menggubris ancaman bahaya tertabrak kereta. Mereka pun acuh dengan ancaman denda yang disampaikan aparat. raph dan Al Jazeera melaporkan, sejumlah pasien di Jakarta melakukan terapi yang tak biasa dan potensial mematikan. Sebagian menulis, terapi itu menjadi alternatif di tengah biaya pengobatan yang tak terjangkau. Berbahaya "Terapi listrik memang ada di dunia medis, tapi menggunakan alat-alat yang sudah teruji dan terukur sengatan arusnya. Bukan dengan sembarang media yang bisa menghantar arus listrik," kata Dr Suryo Dharmono Sp.KJ, spesialis kejiwaan dari Universitas Indonesia. "Menyengat tubuh dengan sembarang alat, seperti rel kereta, bisa membahayakan tubuh." Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih juga tak memungkiri bahwa terapi listrik memiliki dasar medis. Dalam sejumlah pengobatan, terapi listrik bekerja dengan memberikan rangsangan ke syaraf. "Memang bagus seperti fisioterapi, tapi jangan di rel," katanya. GUNAKAN SAJA ALAT Listrik memegang peranan penting dalam bidang kedokteran. Ada dua aspek kelistrikan dan magnetis dalam bidang kedokteran yaitu: listrik dan magnet yang timbul di dalam tubuh manusia serta penggunaan listrik dan magnet pada permukaan tubuh manusia. Sejak tahun 1780 Listrik sudah dipelajari, pada awalnya yang dipelajari adalah aliran listrik yang terdapat pada tubuh hewan (Eksperimen Luigi Galvani). Hasil eksperimennya membuktikan bahwa kedua kaki katak terangkat ketika diberikan aliran listrik lewat sebuah konduktor. Pada tahun 1892 Arons merasakan ada aliran listrik frekuensi tinggi melalui dirinya dan asistennya. Tahun 1899 Van Seynek melakukan pengamatan tentang terjadinya panas pada jaringan yang disebabkan oleh aliran listrik frekuensi tinggi dan tahun 1928 Schliephake melaporkan tentang pengobatan penderita dengan menggunakan ”short wave diathermy” (diatermi gelombang pendek), termasuk listrik berfrekuensi tinggi. Energi di dalam tubuh kita akan mencapai keseimbangan dengan terbentuknya ion-ion negatif dalam jumlah memadai memasuki tubuh kita, sehingga dapat menyingkirkan ion-ion positif yang berlebihan. Ion-ion positif yang berlebih ini akan merugikan tubuh manusia, di antaranya menurunkan imunitas tubuh, sehingga kita gampang terkena infeksi oleh mikroorganisme, memengaruhi fungsi atau kerja jantung. Idealnya, di dalam tubuh kita harus terdapat 80% ion negatif dan 20% ion positif. Ion negatif yang banyak terdapat di dalam membran sel akan mengaktifkan sel organ tubuh, meningkatkan metabolisme, mengaktifkan kerja enzim-enzim pada organ-organ tubuh yang juga bermanfaat dalam proses detoksifikasi zat-zat tidak berguna bagi tubuh. Ion negatif ditambahkan ke dalam sel melalui rangsangan listrik sehingga tercapai keseimbangan tersebut. Tags: ALAT PIJAT DAN AKUPUNTUR TERLARIS Baru tahu status? Pengobatan Infeksi Oportunistik HIV dan Hepatitis Perawatan Terapi komplementer Apa itu herbaL Jamu Cina Kurkuma Pengobatan tubuh-pikiran HIV/AIDS Temu lawak Bawang putih Kesehatan umum Perempuan anak & HIV Pencegahan malaysia health arts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar